Gembira soal biaya pendidikan, Mbak Maudy Ayunda akhirnya memberikan jawaban

Gembira-soal-biaya-pendidikan-Mbak-Maudy-Ayunda-akhirnya-memberikan-jawaban

Beberapa waktu lalu sebuah video viral mencoba menghitung biaya pendidikan Maudy Ayunda hingga S2.

Kini sang ibu Mauren Jasmedi akhirnya menjawab rasa penasarannya.

Berawal dari memberikan alasan Maudy pindah dari sekolah kurikulum nasional ke sekolah internasional.

Semua berawal dari kekecewaannya terhadap materi pelajaran di sekolah kurikulum nasional, yang mengharuskan siswa menghafal nama-nama kecamatan Jakarta dan materi lain yang menurutnya tidak pantas.

Karena Mauren tidak ingin menyalahkan siapa pun dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa, akhirnya Mauren memutuskan untuk mencari jalan sendiri untuk putrinya dengan mencari sekolah lain.

Baca Juga: Maudy Ayunda Akui Ada Perubahan Usai Lulus dari Stanford University

“Di tengah kelas 2 SD, sulung saya bertekad untuk melepaskan sekolah lamanya

, yang memberinya lebih banyak fasilitas dan lapangan yang luas, demi sekolah barunya, yang meskipun kecil, dapat mencuri hati kami secara mendalam,” tulisnya. Mauren di akun @muren.s.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Namun berbanding terbalik dengan dugaan banyak orang, biaya sekolah internasional Maudy tidak semahal yang umumnya dibebankan di media sosial.

Hal ini dikarenakan sekolah tersebut relatif baru pada saat Maudy pindah dan Maudy merupakan generasi kedua.

“Ngomong-ngomong soal biaya sekolah, SD yang waktu itu hanya 2 angkatan, belum percaya diri membebankan harga tinggi seperti sekarang,” tulis Mauren dengan emoji tersenyum.

Baca juga: Ternyata Maudy Ayunda Tiba-tiba Ditanya Kapan Kerja?

Maudy belajar di sana hingga lulus SMP. Sekolah baru yang menjadi salah satu sekolah internasional

terpopuler di Jakarta.

Saat SMA, Maudy yang sudah mendulang uang dari dunia entertainment, menawarkan untuk membiayai sekolahnya sendiri. Karena Maudy sudah memiliki sekolah impiannya.

Mauren tidak tahan dan akhirnya memberikan pilihan untuk menjual mobil shuttle, dengan konsekuensi Maudy dan adiknya harus naik bus ke sekolah.

“Selama SMA, saya menyuruh anak-anak naik bus sekolah dari Bintaro ke Kemang setiap hari,” tulisnya.

Ibunda Maudy kemudian membahas pertimbangan orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah internasional.

“Apakah harus sekolah internasional? Tentu tidak,” tulisnya.

“Tetapi jika keputusan yang dibuat mengarah pada pelajaran hidup lebih lanjut, itu layak untuk diperjuangkan, bukan?” Tulis Mauren di akhir unggahan.

LIHAT JUGA :

serverharga.com
wikidpr.id
riaumandiri.id
dekranasdadkijakarta.id
finland.or.id
cides.or.id