Cara Mempromosikan Lahirnya Petani Milenial dengan Teknologi Pertanian

Indonesia yang digambarkan sebagai negara agraris, mengancam kekurangan petani di masa depan. Dengan berkurangnya jumlah petani, kekurangan pangan telah menjadi ancaman nyata. Ironisnya, meski pangan merupakan komoditas terpenting dalam kehidupan manusia, banyak anak muda Indonesia yang enggan menjadi petani. Oleh karena itu, regenerasi petani milenial dan inovasi teknologi pangan menjadi harga mati.

Menurut Mediaindonesia.com, jumlah petani milenial Indonesia kurang dari 30%.

Jumlah petani lanjut usia yang tamat Sekolah Dasar (SD) kini sudah lebih dari 70%. Juga mengherankan bahwa hanya 3% petani yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi.

Petani milenial menguasai teknologi pangan

Setelah melihat data ini, Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk meningkatkan jumlah petani milenial. Mengapa jumlah petani milenial harus ditingkatkan? Terlepas dari pentingnya regenerasi itu sendiri, petani milenial memegang kendali inovasi dalam teknologi pangan.

Dikutip dari postingan akun @kementerian pertanian, petani milenial

sangat mudah beradaptasi, mampu berinovasi dalam berbisnis dan kreatif.

Dengan diperkenalkannya sistem pertanian modern dan transformasi digital di sektor pertanian, petani milenial dapat memproduksi pangan dengan cepat dan efektif. Tugas ini tentu sulit dilaksanakan bagi lulusan sekolah dasar yang tidak terlalu berpengalaman secara teknis.

Pertanian modern yang dipimpin oleh para petani milenial akan memberikan dampak positif seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyiapan sumber pangan dan peningkatan kemampuan ekspor produk pertanian Indonesia.

Pertanian Indonesia seharusnya tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga dapat dipasarkan ke luar negeri. Hal ini tentunya sejalan dengan rencana Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Untuk meningkatkan minat generasi muda menjadi petani, pemerintah perlu mengubah persepsi petani itu sendiri. Profesi petani identik dengan pekerjaan untuk orang tua, jorok dan berpenghasilan rendah.

Oleh karena itu, teknik pertanian bisa menjadi jawaban untuk menarik minat generasi muda

. Dengan teknologi, Anda bisa menjadi petani sukses tanpa menjadi kotor dan terlalu lama berolahraga di luar ruangan. Berkat teknologi, petani bisa hidup lebih sejahtera dan lebih aman.

Untuk bisa mewujudkan tuntutan tersebut, regenerasi petani milenial mau tidak mau harus segera dilakukan. Tertarik untuk membantu negara mewujudkan mimpinya menjadi warung makan dunia? Maka tidak ada salahnya mempertimbangkan profesi petani.

Lihat Juga :

https://www.suratkabar.id/
https://www.chip.co.id/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://jadwalxxi.id/
https://jurubicara.id/
https://psyline.id/
https://liga-indonesia.id/
https://officialjimbreuer.com/
https://rollingstone.co.id/